Kue putu (dari bahasa Jawa, puthu [ IPA: /puʈu/]) adalah jenis makanan Indonesia berupa kue yang berisi gula jawa dan parutan kelapa yang berasal dari Kerala, India, dibungkus oleh tepung beras yang dikukus. Kue ini biasanya dikukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu dan dijual pada malam hari. Suara khas uap yang keluar dari alat pengukus ini sekaligus menjadi alat promosi bagi pedagang yang berjualan.
Kebanyakan warna dari kue putu ini adalah putih dan hijau.
Sejumlah pedagang masa kini mengganti bambu dengan pipa PVC dengan alasan kepraktisan, meskipun dari segi kesehatan penggunaan PVC membahayakan.
Kue putu sendiri sudah merambah ke negara lain, seperti Singapura dan Malaysia, meskipun nama dan bentuk untuk kue ini sedikit berbeda, tetapi rasanya sendiri sama dengan kue putu tradisional Indonesia itu sendiri.
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
japanese food
red mango
Tampilkan postingan dengan label bandung makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung makanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Oktober 2010
Senin, 27 September 2010
Sosis Darah khas kota clonakilty
Sosis darah atau sosis hitam (bahasa Inggris: black pudding atau blood sausage) adalah sosis berukuran besar dari usus hewan yang diisi darah dan lemak.[1] Sosis ini dimatangkan dengan cara direbus hingga isinya mengeras. Selain memakai darah babi, sosis bisa dibuat dari darah hewan lain seperti sapi, anak sapi, atau domba, namun hasilnya kurang baik.
Sosis darah adalah bagian dari sarapan pagi di Inggris, Skotlandia dan Irlandia. Sosis darah adalah pelengkap sarapan dan disajikan seperti sosis putih yang merupakan makanan sarapan tradisional Irlandia dan Skotlandia. Sosis darah dapat dimakan tanpa dimasak, namun kebanyakan dihidangkan setelah dipanggang atau direbus.
Kota Bury di Lancaster sangat terkenal akan sosis darah. Begitu pula halnya, kota Clonakilty di County Cork yang mengekspor sosis darah sebagai makanan khas. Salah satu produk perusahaan makanan Co. Clare's adalah sosis darah dengan merek Bonina Black Pudding. Produk ini berasal dari desa Miltown Malbay di bagian barat County Cork. Pembuatannya masih tradisional dan jarang diproses di pabrik.
sumber: WIkipedia
Lihat Juga:
minuman
japanese food
chinese food
Sosis darah adalah bagian dari sarapan pagi di Inggris, Skotlandia dan Irlandia. Sosis darah adalah pelengkap sarapan dan disajikan seperti sosis putih yang merupakan makanan sarapan tradisional Irlandia dan Skotlandia. Sosis darah dapat dimakan tanpa dimasak, namun kebanyakan dihidangkan setelah dipanggang atau direbus.
Kota Bury di Lancaster sangat terkenal akan sosis darah. Begitu pula halnya, kota Clonakilty di County Cork yang mengekspor sosis darah sebagai makanan khas. Salah satu produk perusahaan makanan Co. Clare's adalah sosis darah dengan merek Bonina Black Pudding. Produk ini berasal dari desa Miltown Malbay di bagian barat County Cork. Pembuatannya masih tradisional dan jarang diproses di pabrik.
sumber: WIkipedia
Lihat Juga:
minuman
japanese food
chinese food
Selasa, 21 September 2010
Cabuk Rambak Yang mulai menghilang
Cabuk rambak adalah makanan khas dari kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Makanan ini berfungsi sebagai makanan sela (volumenya tidak seberapa besar dan satu porsi tidak membuat kenyang) yang dibuat dari ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, lalu disiram dengan saus wijen yang dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu disangrai, serta ditambah beberapa potong karak (sejenis kerupuk yang terbuat dari nasi kering dan bleng). Oleh penjaja di pinggir jalan biasanya disajikan tidak dengan piring tetapi dengan wadah dari daun pisang yang dilipat dengan cara tertentu (disebut pincuk).
Nama 'cabuk' mengacu pada wijen (ada sejenis sambal/saus lagi dengan nama ini yang terbuat dari wijen bakar di daerah yang sama). Agak mengherankan dengan nama 'rambak', karena sama sekali tidak ada kerupuk kulit (rambak) yang disajikan.
Cabuk rambak sudah sulit ditemukan sekarang ini di kota Solo.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
minuman
chinese food
japanese food
Nama 'cabuk' mengacu pada wijen (ada sejenis sambal/saus lagi dengan nama ini yang terbuat dari wijen bakar di daerah yang sama). Agak mengherankan dengan nama 'rambak', karena sama sekali tidak ada kerupuk kulit (rambak) yang disajikan.
Cabuk rambak sudah sulit ditemukan sekarang ini di kota Solo.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
minuman
chinese food
japanese food
Senin, 19 Juli 2010
Pizza Khas Italia
Pizza [ˈpiːtsə] adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau "keju pizza".
Jenis bahan lain juga dapat ditaruh di atas pizza, biasanya daging dan saus, seperti salami dan pepperoni, ham, bacon, buah seperti nanas dan zaitun, sayuran seperti cabe dan paprika, dan juga bawang bombay, jamur dan lain lain.
Rotinya biasa dibuat seperti roti biasa namun bisa diberi rasa tambahan dengan mentega, bawang putih, tanaman herbal, atau wijen. Pizza biasanya dimakan selagi panas (biasanya untuk makan siang dan malam), tetapi ada pula yang disajikan dingin, biasanya dimakan untuk sarapan atau saat piknik.
Pizza biasanya dimakan di restoran, dibeli di pasar grosir atau supermarket, dan dapat pula dipesan melalui telepon atau ini melalui web untuk diantar, panas dan siap untuk disantap di rumah.
Kata "pizza" diambil dari bahasa Italia pizza (Alfabet Fonetik Internasional / International Phonetic Alphabet, IPA: [ˈpiːtsə]), biasanya berarti "pai, kue, tart". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti phai (pie).
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Makanan
Jenis bahan lain juga dapat ditaruh di atas pizza, biasanya daging dan saus, seperti salami dan pepperoni, ham, bacon, buah seperti nanas dan zaitun, sayuran seperti cabe dan paprika, dan juga bawang bombay, jamur dan lain lain.
Rotinya biasa dibuat seperti roti biasa namun bisa diberi rasa tambahan dengan mentega, bawang putih, tanaman herbal, atau wijen. Pizza biasanya dimakan selagi panas (biasanya untuk makan siang dan malam), tetapi ada pula yang disajikan dingin, biasanya dimakan untuk sarapan atau saat piknik.
Pizza biasanya dimakan di restoran, dibeli di pasar grosir atau supermarket, dan dapat pula dipesan melalui telepon atau ini melalui web untuk diantar, panas dan siap untuk disantap di rumah.
Kata "pizza" diambil dari bahasa Italia pizza (Alfabet Fonetik Internasional / International Phonetic Alphabet, IPA: [ˈpiːtsə]), biasanya berarti "pai, kue, tart". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti phai (pie).
sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Makanan
Label:
bandung makanan,
restaurant,
restoran
Selasa, 13 Juli 2010
Panekuk
Panekuk (bahasa Belanda: pannenkoek) adalah kue dadar yang dibuat dari terigu, telur ayam, gula dan susu. Bahan-bahan dicampur dengan air membentuk adonan kental yang digoreng di atas wajan datar yang diolesi sedikit minyak. Setelah matang, panekuk bisa dihidangkan sewaktu masih hangat atau setelah dingin. Kue ini dimakan dengan tambahan mentega dan sirup mapel, selai, atau madu. Selain itu, panekuk juga sering dimakan dengan keju, buah beri, dan irisan daging (bacon atau ham).
Adonan biasanya dicampur bahan pengembang seperti baking powder, soda kue, ragi, bir, atau kocokan putih telur. Panekuk yang enak biasanya adalah panekuk yang "ringan" karena berisi udara yang terperangkap di dalam adonan. Adonan juga tidak terlalu banyak diaduk agar kue tidak keras. Sewaktu menuangkan adonan, wajan yang sudah panas diletakkan atas handuk atau kain basah. Suhu permukaan wajan menjadi turun, dan bagian bawah panekuk setelah matang menjadi berwarna kuning keemasan. Sebagai pengganti susu, adonan bisa menggunakan buttermilk, yogurt, atau susu kedelai.
Di seluruh dunia terdapat berbagai variasi panekuk. Poffertjes adalah salah satu variasi panekuk yang berukuran kecil. Crêpe adalah salah satu variasi panekuk yang dibuat menjadi lembaran yang sangat tipis. Bergantung pada tradisi setempat, panekuk ini bisa dimakan dengan menggunakan pisau dan garpu, atau dimakan dengan tangan.
sumber : wikipedia
lihat Juga: Restaurant, restoran, cafe
Adonan biasanya dicampur bahan pengembang seperti baking powder, soda kue, ragi, bir, atau kocokan putih telur. Panekuk yang enak biasanya adalah panekuk yang "ringan" karena berisi udara yang terperangkap di dalam adonan. Adonan juga tidak terlalu banyak diaduk agar kue tidak keras. Sewaktu menuangkan adonan, wajan yang sudah panas diletakkan atas handuk atau kain basah. Suhu permukaan wajan menjadi turun, dan bagian bawah panekuk setelah matang menjadi berwarna kuning keemasan. Sebagai pengganti susu, adonan bisa menggunakan buttermilk, yogurt, atau susu kedelai.
Di seluruh dunia terdapat berbagai variasi panekuk. Poffertjes adalah salah satu variasi panekuk yang berukuran kecil. Crêpe adalah salah satu variasi panekuk yang dibuat menjadi lembaran yang sangat tipis. Bergantung pada tradisi setempat, panekuk ini bisa dimakan dengan menggunakan pisau dan garpu, atau dimakan dengan tangan.
sumber : wikipedia
lihat Juga: Restaurant, restoran, cafe
Label:
bandung makanan,
restaurant,
restoran
Minggu, 11 Juli 2010
Waroeng Sunda
Kelezatan kuliner Sunda yang sudah sangat dikenal memang sanggup menerbitkan selera siapa saja. Hal ini ditandai dengan banyaknya restaurant yang khusus menyediakan masakan khas negeri Parahyangan di Jakarta. Salah satu restoran yang telah menjadi destinasi pecinta kuliner adalah Waroeng Sunda yang berlokasi di Jl. Raya Serpong KM. 8 / 88, Serpong.
Restoran ini didirikan oleh Tanto Tjahyadikarta pada tahun 2008 dan merupakan pengembangan dari restoran “Waroeng Sunda” yang awalnya didirikan di Sentul pada tahun 2003. “Warung” ini memiliki area yang cukup luas dan bisa menampung hingga 250 orang. Terbagi dalam beberapa ruang dan lantai, interiornya ditata a la alam pedesaan dengan struktur bambu dan langit-langit tinggi serta saung untuk makan cara lesehan. Untuk pengunjung yang membutuhkan extra privacy, restoran ini juga menyediakan ruang VIP yang dilengkapi dengan peralatan presentasi dan sound system. Keluarga juga bisa bersantai di restoran yang nyaman ini karena dilengkapi dengan perlengkapan karaoke dan tempat bermain anak-anak.
Setiap masakan di Warung Sunda diolah dari bahan berkualitas tinggi sehingga kesegaran dan kelezatannya terjamin. Menu andalan yang banyak diminati adalah Sup Gurame Spesial, Patin Bakar Cabut Tulang, Patin Bakar Bambu, Ayam Kalasan, Empal Gepuk, Nasi Bakar Udang Pete. Pengunjung bisa mengambil sayur lalaban dan sambalnya yang khas dan nikmat sesuka hati. Dessert yang bisa dinikmati adalah Es Punclut dan es Waroeng Sunda yang segar. Dengan harga per hidangan rata-rata Rp.15.000, pengunjung bisa menikmati lezatnya makanan khas Sunda dalam suasana restoran yang nyaman dan menyenangkan. (RNO)
Sumber : Openrice.com
Restoran ini didirikan oleh Tanto Tjahyadikarta pada tahun 2008 dan merupakan pengembangan dari restoran “Waroeng Sunda” yang awalnya didirikan di Sentul pada tahun 2003. “Warung” ini memiliki area yang cukup luas dan bisa menampung hingga 250 orang. Terbagi dalam beberapa ruang dan lantai, interiornya ditata a la alam pedesaan dengan struktur bambu dan langit-langit tinggi serta saung untuk makan cara lesehan. Untuk pengunjung yang membutuhkan extra privacy, restoran ini juga menyediakan ruang VIP yang dilengkapi dengan peralatan presentasi dan sound system. Keluarga juga bisa bersantai di restoran yang nyaman ini karena dilengkapi dengan perlengkapan karaoke dan tempat bermain anak-anak.
Setiap masakan di Warung Sunda diolah dari bahan berkualitas tinggi sehingga kesegaran dan kelezatannya terjamin. Menu andalan yang banyak diminati adalah Sup Gurame Spesial, Patin Bakar Cabut Tulang, Patin Bakar Bambu, Ayam Kalasan, Empal Gepuk, Nasi Bakar Udang Pete. Pengunjung bisa mengambil sayur lalaban dan sambalnya yang khas dan nikmat sesuka hati. Dessert yang bisa dinikmati adalah Es Punclut dan es Waroeng Sunda yang segar. Dengan harga per hidangan rata-rata Rp.15.000, pengunjung bisa menikmati lezatnya makanan khas Sunda dalam suasana restoran yang nyaman dan menyenangkan. (RNO)
Sumber : Openrice.com
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Minggu, 04 Juli 2010
Marutama Ra-men Restoran khas ramen
Sekarang ini banyak sekali restaurant ramen Jepang yang sukses dan membuka cabang-cabangnya di Indonesia. Marutama Ra-men sebagai restoran yang mengusung produk ramen autentik khas Jepang membuka gerainya yang pertama di Indonesia pada tanggal 27 Mei 2010. Berlokasi di Gedung Sentral Senayan 1 lantai dasar #10 BC Jakarta Selatan, Marutama Ra-men akan segera membuka gerainya yang kedua di eX-Plaza Indonesia. Latar belakang dibukanya Marutama Ra-men yang pertama di Indonesia dikarenakan Henky Rusli sebagai pengusaha restoran tertarik dengan rasa ramen yang khas dari Marutama Ra-men Jepang. Lalu Henky terdorong untuk bekerjasama dengan Tetsuya Kudo, 50, sebagai pemilik sekaligus chef dari Marutama Ra-men di Jepang.
Rasa ramen di Marutama Ra-men memang khas. Menu makanan ramen autentik khas Jepang dengan sup berbahan dasar kaldu ayam dikenal dengan nama Toripaitan. Rasa khas merupakan hasil olahan dari bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan membutuhkan pengolahan yang jeli. Menurut Kudo, Toripaitan merupakan satu dari sekian sup yang sulit diolah. Persiapan dan proses memasak sup itu membutuhkan waktu 5 jam setiap harinya.
Selain menu ramen, ada juga toping tambahan (additional topping) dan menu samping (side dish). Salah satu yang paling populer yaitu Tamago merupakan telur bumbu kecap yang terlihat matang diluar, tapi setengah matang di bagian dalam dengan bumbu khusus yang terserap sampai kedalamnya. Para tamu bisa memilih untuk menggunakan daging babi atau daging ayam sebagai toping di Restoran Marutama Ra-men. Restoran Marutama Ra-men juga menyajikan hot pot dengan kuah Toripaitan. Di Jepang, sup ini digemari wanita karena mengandung kolagen yang efektif untuk membuat kulit halus dan lembut.
Maka bersiaplah menikmati ramen di restoran dengan elemen kayu untuk desain interior. Suasana khas Jepang dengan konsep open kitchen. Resto ini menyediakan 3 ruang VIP yang dapat digunakan untuk private gathering atau meeting.
sumber: openrice
Rasa ramen di Marutama Ra-men memang khas. Menu makanan ramen autentik khas Jepang dengan sup berbahan dasar kaldu ayam dikenal dengan nama Toripaitan. Rasa khas merupakan hasil olahan dari bahan-bahan dengan kualitas terbaik dan membutuhkan pengolahan yang jeli. Menurut Kudo, Toripaitan merupakan satu dari sekian sup yang sulit diolah. Persiapan dan proses memasak sup itu membutuhkan waktu 5 jam setiap harinya.
Selain menu ramen, ada juga toping tambahan (additional topping) dan menu samping (side dish). Salah satu yang paling populer yaitu Tamago merupakan telur bumbu kecap yang terlihat matang diluar, tapi setengah matang di bagian dalam dengan bumbu khusus yang terserap sampai kedalamnya. Para tamu bisa memilih untuk menggunakan daging babi atau daging ayam sebagai toping di Restoran Marutama Ra-men. Restoran Marutama Ra-men juga menyajikan hot pot dengan kuah Toripaitan. Di Jepang, sup ini digemari wanita karena mengandung kolagen yang efektif untuk membuat kulit halus dan lembut.
Maka bersiaplah menikmati ramen di restoran dengan elemen kayu untuk desain interior. Suasana khas Jepang dengan konsep open kitchen. Resto ini menyediakan 3 ruang VIP yang dapat digunakan untuk private gathering atau meeting.
sumber: openrice
Label:
bandung makanan,
cafe,
restaurant,
restoran
Rabu, 30 Juni 2010
cara pengolahan susu menjadi keju
Ketika makan di restaurant, restoran, maupun nongkrong di cafe saya menyenangi makanan yang berbahan keju. tapi menjadi pertanyaan bagai mana ini di buat? setelah saya mencari akhirnya menemukan sebuah artikel dari wikipedia dan video pembuatan dari youtube tentang asal mula dan pembuatan keju wah rasa penasaran saya pun hilang dan pengetahuan ini akan saya bagi-bagi kan kepada anda juga
Keju adalah makanan kuno yang sudah diproduksi sejak zaman prasejarah walaupun tidak ada bukti pasti kapan pembuatan keju pertama kali dilakukan. Masyarakat prasejarah mulai meninggalkan gaya hidup nomaden dan beralih menjadi beternak kambing, domba maupun sapi. Dengan beternak, masyarakat mulai mengenal susu dan kegunaannya. Persediaan susu pun jadi meningkat sehingga orang-orang mulai menyimpannya dalam bejana tanah liat ataupun kayu. Karena kebersihan yang kurang, terkena sinar matahari secara langsung atau terkena panas dari api maka susu dalam bejana tersebut menjadi asam dan kental. Setelah dicoba ternyata susu tersebut masih dapat dimakan. Itulah pertama kalinya manusia menemukan keju krim asam (sour cream cheese).
Keju krim manis (sweet cream cheese) juga ditemukan secara kebetulan. Ada dua legenda yang menceritakan bagaimana manusia menemukan tipe keju ini. Yang pertama menceritakan bahwa ada beberapa pemburu yang membunuh seekor anak sapi.Mereka membuka perut sapi tersebut dan menemukan sesuatu berwarna putih yang ternyata memiliki rasa yang enak. Karena adanya suatu enzim yang bernama rennet di dalam perut sapi, maka susunya pun menjadi kental sehingga menjadi apa yang kita sebut keju saat ini.
Cerita lainnya mengatakan bahwa keju ditemukan pertama kali di Timur Tengah oleh seorang pengembara dari Arab. Pengembara tersebut melakukan perjalanan di padang gurun dengan kudanya. Ia membawa susu di pelananya untuk menghilangkan dahaganya. Setelah beberapa lama, ia pun berhenti untuk meminum susu yang dibawanya. Ternyata, susu tersebut telah berubah menjadi air yang pucat dan gumpalan-gumpalan putih. Hal ini disebabkan pelana yang digunakan untuk menyimpan susu terbuat dari perut binatang (sapi, kambing ataupun domba) yang mengandung rennet.Kombinasi dari rennet, cuaca yang panas dan guncangan-guncangan ketika mengendarai kuda telah mengubah susu pengembara tersebut menjadi keju Setelah itulah, orang-orang mulai menggunakan enzim dari perut binatang untuk membuat keju.
sumber: wikipedia, dan youtube
Keju adalah makanan kuno yang sudah diproduksi sejak zaman prasejarah walaupun tidak ada bukti pasti kapan pembuatan keju pertama kali dilakukan. Masyarakat prasejarah mulai meninggalkan gaya hidup nomaden dan beralih menjadi beternak kambing, domba maupun sapi. Dengan beternak, masyarakat mulai mengenal susu dan kegunaannya. Persediaan susu pun jadi meningkat sehingga orang-orang mulai menyimpannya dalam bejana tanah liat ataupun kayu. Karena kebersihan yang kurang, terkena sinar matahari secara langsung atau terkena panas dari api maka susu dalam bejana tersebut menjadi asam dan kental. Setelah dicoba ternyata susu tersebut masih dapat dimakan. Itulah pertama kalinya manusia menemukan keju krim asam (sour cream cheese).
Keju krim manis (sweet cream cheese) juga ditemukan secara kebetulan. Ada dua legenda yang menceritakan bagaimana manusia menemukan tipe keju ini. Yang pertama menceritakan bahwa ada beberapa pemburu yang membunuh seekor anak sapi.Mereka membuka perut sapi tersebut dan menemukan sesuatu berwarna putih yang ternyata memiliki rasa yang enak. Karena adanya suatu enzim yang bernama rennet di dalam perut sapi, maka susunya pun menjadi kental sehingga menjadi apa yang kita sebut keju saat ini.
Cerita lainnya mengatakan bahwa keju ditemukan pertama kali di Timur Tengah oleh seorang pengembara dari Arab. Pengembara tersebut melakukan perjalanan di padang gurun dengan kudanya. Ia membawa susu di pelananya untuk menghilangkan dahaganya. Setelah beberapa lama, ia pun berhenti untuk meminum susu yang dibawanya. Ternyata, susu tersebut telah berubah menjadi air yang pucat dan gumpalan-gumpalan putih. Hal ini disebabkan pelana yang digunakan untuk menyimpan susu terbuat dari perut binatang (sapi, kambing ataupun domba) yang mengandung rennet.Kombinasi dari rennet, cuaca yang panas dan guncangan-guncangan ketika mengendarai kuda telah mengubah susu pengembara tersebut menjadi keju Setelah itulah, orang-orang mulai menggunakan enzim dari perut binatang untuk membuat keju.
sumber: wikipedia, dan youtube
Label:
bandung makanan,
cafe,
keju,
openrice,
restaurant,
restoran
Senin, 28 Juni 2010
peluang usaha Franchise Indonesia
Banyak yang mengincar waralaba makanan karena potensi keuntungan dari bisnis ini. Saat ini franchise atau waralaba memang masih didominasi franchise makanan dan waralaba pendidikan. Bahkan, waralaba lokal ini dari jumlah mereknya jauh lebih banyak ketimbang merek asing. Meskipun, dari sisi omsetnya jelas masih kalah dibanding KFC atau McDonald’s.
Berikut adalah daftar waralaba makanan:
Suga Fried Chicken & Kebab
Tela Krezz
Bakmie – Mie Kita
King Fries
Buburqu
Bakso Keju
Darin Kebab
Sate Ayam Ponorogo BK
Aladine Kebab
Anya Beef Kebab
Ayam Goreng Dobbi
Baba Rafi
Barley Bread
Baskin Robins Ice Cream
Buana Bakery
Burger Picazzo
Caffee Toffee
Cendol Gading
Crystal Bar
Dunkin Donuts
Edam Burger
Freshcorn
Gelare Ice Cream cafe
Haagen Daz
dan lain lain
sumber: franchise Indonesia
lihat juga
Berikut adalah daftar waralaba makanan:
Suga Fried Chicken & Kebab
Tela Krezz
Bakmie – Mie Kita
King Fries
Buburqu
Bakso Keju
Darin Kebab
Sate Ayam Ponorogo BK
Aladine Kebab
Anya Beef Kebab
Ayam Goreng Dobbi
Baba Rafi
Barley Bread
Baskin Robins Ice Cream
Buana Bakery
Burger Picazzo
Caffee Toffee
Cendol Gading
Crystal Bar
Dunkin Donuts
Edam Burger
Freshcorn
Gelare Ice Cream cafe
Haagen Daz
dan lain lain
sumber: franchise Indonesia
lihat juga
restaurant
restoran
Label:
bandung makanan,
cafe,
openrice,
restaurant,
restoran
Selasa, 22 Juni 2010
SEJARAH HAMBURGER
Ada beberapa versi dari sejarah penciptaan burger, penganan ini awalnya adalah makanan khas bangsa Tartar, yaitu berupa daging cincang yang disantap mentah-mentah dengan perasan jeruk. Bangsa Tartar merupakan bangsa nomaden yang sering melakukan perjalanan jauh menunggang kuda, sehingga daging yang mereka bawa sering menjadi keras dan tak layak konsumsi, maka merekapun mengakalinya dengan meletakkan daging di bawah sadel kuda mereka. setelah melakukan perjalanan jauh ternyata daging tersebut masih hangat dan tidak menjadi dingin, maka daging tersebut langsung disantap dengan tanpa dimasak dan hanya diberi sedikit perasan jeruk nipis.
Hidangan yang terkenal lezat dari Asia Tengah ini kemudian dibawa oleh para pelaut Eropa ke negaranya, tepatnya ke kota Hamburg karena masyarangkat disana pada umumnya mengganggap bahwa mereka adalah bangsa yang beradab, mereka menolak memakan daging yang tak dimasak, maka daging khas Tartar tersebut mereka masak terlebih dahulu sebelum disantap dengan cara dibakar atau digoreng, ternyata masakan ini snagat disukai berbagai orang. Sampai saat ini sebagian orang tetap lebih menyenangi menyantapnya mentah-mentah. Inilah asal mula daging burger.
Sedangkan untuk hamburger yang kita kenal bentuknya sekarang, yaitu yang berupa daging yang disantap dengan roti, berasal dari Amerika, para imigran dari Hamburg memperkenalkan daging burger mereka ke orang Amerika. Disana daging ini diberi nama Hamburg Steak dan daging ini masih disantap seperti layaknya menyantap steak.
Menurut para penduduk hamburg, New York, sebuah kawasan yang dibei nama seperti kota Hamburg di Jerman, makanan ini ditemukan oleh dua bersaudara dari Ohio, Frank dan Charles Menches, menurut legenda, mereka merupakan penjaja makanan di pinggir jalan yang menjual sandwich, karena suatu hari mereka kehabisan sosis, maka mereka menggunakan daging sapi cincang sebagai pengganti sosis untuk isi dari sandwich mereka. Dan penggunaan daging sapi ini ternyata ditanggapi dengan baik oleh konsumen mereka.
Menurut Komunitas Sejarah Seymour di Winconsin, mereka menyebutkan nama Charlie Nagreen sebagai pencipta hamburger. Nama Charlie Nagreen sekarang identik dipanggil "Hamburger Charlie". Ia berjualan sandwich yang diisi dengan bakso saat ia berusia 15 tahun di Seymour Fair pada tahun 1885. Karena jualannya kurang sukses, ia menemukan sebabnya, karena pelanggan tidak dapat berjalan berkeliling sambil makan, maka ia memipihkan bakso yang dijualnya dan meletakkannya di antara irisan roti, ternyata hal ini sukses dan mampu menarik perhatian konsumen, karena hidangan Hamburg Steak amat populer saat itu, Charlie Nagreen pun memberi nama Hamburger pada penganan temuannya itu. Sejak itu ia selalu kembali tiap tahun ke Seymour Fair untuk berjualan hamburger, sampai saat kematiannya pada tahun 1951.
Menurut Kongres Perpustakaan Amerika dan Pemerintahan Connecticut, hamburger pertama dijual pada tahun 1895 oleh Louis Lassen di restaurant nya, Louise's Lunch di New Haven, Connecticut, Majalah New York mengemukakan bahwa awalnya makanan ini tak diberi nama, hingga saat beberapa pelaut dari Hamburg singgah ke restoran itu dan menamai menu tersebut hamburger.
Seorang menurut sejarahwan Texas, Frank.X.Tolbert menyatakan penemuan hamburger dilakukan oleh Fletcher Davis dari Athens, Texas. Ia percaya bahwa Davis mulai menjual hamburger di kiosnya di Athens sejak akhir tahun 1880an, dan memperkenalkan hamburger ke St.Louis Fair pada tahun 1904.
sumber: wikipedia
Lihat Juga : Cafe
Hidangan yang terkenal lezat dari Asia Tengah ini kemudian dibawa oleh para pelaut Eropa ke negaranya, tepatnya ke kota Hamburg karena masyarangkat disana pada umumnya mengganggap bahwa mereka adalah bangsa yang beradab, mereka menolak memakan daging yang tak dimasak, maka daging khas Tartar tersebut mereka masak terlebih dahulu sebelum disantap dengan cara dibakar atau digoreng, ternyata masakan ini snagat disukai berbagai orang. Sampai saat ini sebagian orang tetap lebih menyenangi menyantapnya mentah-mentah. Inilah asal mula daging burger.
Sedangkan untuk hamburger yang kita kenal bentuknya sekarang, yaitu yang berupa daging yang disantap dengan roti, berasal dari Amerika, para imigran dari Hamburg memperkenalkan daging burger mereka ke orang Amerika. Disana daging ini diberi nama Hamburg Steak dan daging ini masih disantap seperti layaknya menyantap steak.
Menurut para penduduk hamburg, New York, sebuah kawasan yang dibei nama seperti kota Hamburg di Jerman, makanan ini ditemukan oleh dua bersaudara dari Ohio, Frank dan Charles Menches, menurut legenda, mereka merupakan penjaja makanan di pinggir jalan yang menjual sandwich, karena suatu hari mereka kehabisan sosis, maka mereka menggunakan daging sapi cincang sebagai pengganti sosis untuk isi dari sandwich mereka. Dan penggunaan daging sapi ini ternyata ditanggapi dengan baik oleh konsumen mereka.
Menurut Komunitas Sejarah Seymour di Winconsin, mereka menyebutkan nama Charlie Nagreen sebagai pencipta hamburger. Nama Charlie Nagreen sekarang identik dipanggil "Hamburger Charlie". Ia berjualan sandwich yang diisi dengan bakso saat ia berusia 15 tahun di Seymour Fair pada tahun 1885. Karena jualannya kurang sukses, ia menemukan sebabnya, karena pelanggan tidak dapat berjalan berkeliling sambil makan, maka ia memipihkan bakso yang dijualnya dan meletakkannya di antara irisan roti, ternyata hal ini sukses dan mampu menarik perhatian konsumen, karena hidangan Hamburg Steak amat populer saat itu, Charlie Nagreen pun memberi nama Hamburger pada penganan temuannya itu. Sejak itu ia selalu kembali tiap tahun ke Seymour Fair untuk berjualan hamburger, sampai saat kematiannya pada tahun 1951.
Menurut Kongres Perpustakaan Amerika dan Pemerintahan Connecticut, hamburger pertama dijual pada tahun 1895 oleh Louis Lassen di restaurant nya, Louise's Lunch di New Haven, Connecticut, Majalah New York mengemukakan bahwa awalnya makanan ini tak diberi nama, hingga saat beberapa pelaut dari Hamburg singgah ke restoran itu dan menamai menu tersebut hamburger.
Seorang menurut sejarahwan Texas, Frank.X.Tolbert menyatakan penemuan hamburger dilakukan oleh Fletcher Davis dari Athens, Texas. Ia percaya bahwa Davis mulai menjual hamburger di kiosnya di Athens sejak akhir tahun 1880an, dan memperkenalkan hamburger ke St.Louis Fair pada tahun 1904.
sumber: wikipedia
Lihat Juga : Cafe
Label:
bandung makanan,
cafe,
openrice,
restaurant,
restoran
Selasa, 01 Juni 2010
info tempat makanan bandung
Berkunjung ke Bandung kiranya belumlah lengkap apabila belum berwisata kuliner dan berwisata tempat Makan Bandung atau seputaran kota Bandung yang nyaman dan asri. Tempat Makan Asik dari restoran mewah, kafe yang nyaman, warung makan yang murah, semua dapat ditemukan di Bandung . Dari harga yang mahal untuk jamuan mewah, atau harga yang murah untuk sekedar nongkrong mengisi perut semua lengkap di Bandung . Makanan khas Bandung seperti Batagor dan kue-kue lain juga tetap merupakan favorit sebagai oleh-oleh dari kota Bandung dan menjadikan sebuah kunjungan ke Bandung menjadi tidak lengkap tanpa membawa buah tangan Batagor yang harum gurih serta Brownies kukus yang manis dan legit. Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia
Ya, seiring pergantian waktu, suatu usaha tentu saja mengalami pasang surut. Begitu juga dengan beberapa tempat makanan dan tempat minuman enak di
Sumber : Kusut BlogDetik.com
Langganan:
Postingan (Atom)